Cegah Polarisasi di Indonesia, DPP Patria PMKRI Undang JK dalam Dialog Kebangsaan
Jusuf Kalla-Weradio.co.id-Espos.id
JAKARTA, Weradio.co.id - Menyikapi viralnya potongan video ucapan Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) saat pidato di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis 5 Maret 2026, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (Patria) PMKRI mengundang Jusuf Kalla dalam Dialog Kebangsaan di Gedung Joeang 45 Jalan Menteng Raya No 31, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 15 April 2026.
Dialog yang mengusung tema Merawat Tenun Kebangsaan ini, diadakan dalam rangka mencegah polarisasi di tengah masyarakat Indonesia terkait potongan video pernyataan Jusuf Kalla tersebut.
Wakil Ketua Umum DPP Patria PMKRI, Maksimus Ramses Lalongkoe dalam siaran pers yang dibaca Weradio.co.id, Senin, 13 April 2026 mengatakan, undangan terhadap Jusuf Kalla untuk mengadakan dialog, merupakan bentuk kecintaan komunitas bangsa dalam meluruskan dan menyelaraskan persepsi terkait penggunaan terminologi sakral agama dalam narasi kebangsaan di ruang publik.
"Sebetulnya ini langkah srategis Alumni PMKRI yang tergabung dalam organisasi Patria dalam meluruskan dan menyelaraskan persepsi terkait penggunaan terminologi sakral agama dalam narasi kebangsaan di ruang publik, " kata pria yang biasa disapa Ramses ini.
BACA JUGA:Kontroversi Pernyataan JK, LBH Gekira Tegaskan Agama Ajarkan Kasih Damai
Selain menyamakan penggunaan terminologi juga dialog ini sangat penting guna membahas langkah konkret dalam merawat persaudaraan nasional demi mencegah polarisasi di masa depan ditengah minimnya literasi masyarakat Indonesia.
"Dialog langsung dengan Pak Jusuf Kalla ini sangat urgent agar mencegah polarisasi ditengah masih minimnya literasi warga bangsa dewasa ini, " ujar mantan jurnalis antv ini.
Lebih lanjut Ramses menjelaskan, dalam pandangan Patria PMKRI, dialog langsung dengan Jusuf Kalla juga untuk meredam pihak-pihak yang saat ini tersulut emosinya akibat potongan video yang beredar luas tersebut.
Apalagi, pernyataan Jusuf Kalla saat itu sedang membedah situasi psikologis pelaku konflik di Poso dan Ambon masa lalu dan bukan sedang menafsirkan ajaran agama.
BACA JUGA:Rumah Doa Disegel Pemda Tangerang, LBH Gekira Siap Tempuh Langkah Hukum
Patria PMKRI percaya, dengan kearifan Jusuf Kalla sebagai tokoh perdamaian, dialog ini akan menjadi teladan bagi generasi muda dalam menyelesaikan perbedaan melalui meja persaudaraan.