Film Horor The Doll Ghawiah Siap Guncang 18 Layar IMAX Se-Indonesia

Film Horor The Doll Ghawiah Siap Guncang 18 Layar IMAX Se-Indonesia

Film The Doll Ghawiah tayang serentak di 18 layar IMAX seluruh Indonesia mulai 29 Oktober 2026.-Weradio.co.id-Aditia Saputra

BACA JUGA:Tony Stark Hidup Lagi? Bocoran Film Avengers: Secret Wars Ungkap Kebangkitan Iron Man

​Respons Para Pemain dan Keunggulan Visual Audio

​Aktris Sara Wijayanto sempat mengaku kaget dan dilanda perasaan campur aduk. Ia tidak menyangka penampilannya akan hadir di layar sebesar IMAX.

​"Kaget banget pas dikasih tahu, 'Hah, di IMAX?! Oh my God!' Terus sempat kepikiran, Hah, muka kita jadi kelihatan gede banget dong nanti! Bikin insecure ya," ujarnya sambil tertawa.

​Meskipun demikian, kualitas akhir film terbukti memukau. Setelah melihat pratinjau beberapa adegan klimaks, Darius menilai format IMAX menghadirkan peningkatan kualitas yang masif.

Peningkatan ini terlihat dari ketajaman visual hingga dentuman audio yang menggelegar. Hal tersebut memberikan immersive experience yang jauh lebih mendalam bagi para penonton.

BACA JUGA:Shayne Pattynama tidak Tegang Main di The Longest Wait, Film Perjalanan Bersejarah Tim Garuda Indonesia

​Prekuel Megah Berlatar 1988 dengan Teknologi Animatronik

​Disutradarai oleh Guntur Soeharjanto, The Doll Ghawiah diposisikan sebagai prekuel. Film ini menguak akar mula kutukan di semesta The Doll.

​Sajian alur cerita mengambil latar waktu tahun 1988. Kisah berpusat pada keluarga Arya (Darius Sinathrya) dan Evi (Titi Kamal). Mereka memboyong anak-anaknya, Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane), untuk pindah ke Babakan Siliwangi, Bandung.

​Namun, niat mencari lembaran hidup baru pasca-kebangkrutan justru berubah menjadi teror.

Nala menerima boneka misterius bernama Ghawiah dari seorang anak di tengah hutan. Kata 'Ghawiah' sendiri memiliki makna 'tersesat'.

BACA JUGA:Bukan Rahasia Lagi! Kirsten Dunst Siap Adu Akting dengan Sydney Sweeney dalam Film The Housemaid's Secret

​Sebagai generasi boneka termutakhir, Ghawiah dirancang secara khusus. Produser Rocky Soraya memesan langsung bentuk fisik boneka dari perajin lokal Pak Orlando di Bali.

Selain itu, produksi menggandeng pakar animatronics asal Amerika Serikat dengan suntikan dana miliaran rupiah.