Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan, Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi

Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan, Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi

Tinggal di beranda terdepan negara, warga Krayan hingga kini masih terisolasi oleh bentang alam yang ekstrem.-Weradio.co.id-Djoko Setikowarno

BACA JUGA:Trans Banyumas, Cara Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah

Kondisi jalan masih tanah dan berlumpur. Sebagian besar jaringan Jalan Lingkar Krayan yang menghubungkan Kecamatan Krayan, Krayan Selatan, Krayan Barat, Krayan Tengah, dan Krayan Timur masih berupa perkerasan tanah.

Pada musim kemarau, perjalanan antar-kecamatan dapat ditempuh dalam hitungan jam.

Namun, saat musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur pekat sehingga akses darat sering kali lumpuh total atau membutuhkan waktu tempuh hingga berhari-hari.

Jalur penghubung utama, seperti ruas Desa Long Bawan (Krayan) menuju Desa Long Layu (Krayan Selatan), sering kali putus akibat tanah longsor saat hujan berintensitas tinggi.

BACA JUGA:Mengintegrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim

Pada perayaan HUT Ke-81 RI, 17 Agustus 2026, masyarakat adat Dayak Lundayeh di Krayan mengibarkan bendera Dayak Borneo di bawah bendera Merah Putih sebagai bentuk aspirasi dan penyampaian tuntutan kepada pemerintah, seraya menegaskan tetap setia pada NKRI.

Jalan provinsi yang dirancang untuk menghubungkan kecamatan-kecamatan di Krayan menuju Jalan Paralel Perbatasan maupun arah Malinau belum tuntas dan belum bersambung secara optimal.

Sifat jalan yang rapuh dan belum teraspal/terbeton ini yang memicu tingginya biaya logistik, kelangkaan bahan pokok, serta memaksa warga di setiap kecamatan bergantung sepenuhnya pada moda transportasi udara perintis.

Tanah longsor yang dipicu intensitas hujan tinggi pada Selasa, 7 Juli 2026, masih melumpuhkan akses darat menuju Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Pemerintah menetapkan tanggap darurat sambil terus mengirim bantuan kepada warga yang terisolasi (Kompas.id, 27 Juli 2026).

BACA JUGA:Menyingkap Fenomena Manipulasi Pelat Nomor, Motif, Hukum, dan Solusinya

Data dari Kementerian PUPR (2024), panjang jalan paralel perbatasan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) adalah 614,55 kilometer, yang merupakan bagian dari total jaringan jalan perbatasan di wilayah tersebut yang mencapai 992,35 kilometer (termasuk jalan akses perbatasan sepanjang 377,8 kilometer).

Ruas Long Boh - Long Metulang 114,13 km, ruas Long Metulang - Long Nawang 48 km, ruas Long Nawang - Long Pujungan 219,14 km,  ruas Long Pujungan - Long Kemuat 60,71 km, ruas Long Kemuat - Langap 114,85 km dan ruas Langap - Malinau 57,75 km.

Di kawasan Krayan terdapat 1 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang dibangun oleh Kementerian PUPR, yaitu PLBN Terpadu Long Midang (Kecamatan Krayan Barat) - berbatasan langsung dengan Bakelalan, Sarawak (Malaysia).

PLBN Long Midang dibangun sebagai gerbang utama perbatasan darat di dataran tinggi Krayan untuk mendukung pelayanan keimigrasian, kepabeanan, karantina, serta menggerakkan roda ekonomi dan perdagangan lintas batas di kawasan tersebut.

Berita Terkait