Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan, Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Tinggal di beranda terdepan negara, warga Krayan hingga kini masih terisolasi oleh bentang alam yang ekstrem.-Weradio.co.id-Djoko Setikowarno
Oleh: Djoko Setijowarno (*)
Pada perayaan HUT Ke-81 RI, 17 Agustus 2026 lalu, sebuah pesan tersirat bergaung dari dataran tinggi Krayan, Kalimantan Utara.
Masyarakat adat Dayak Lundayeh mengibarkan bendera Dayak Borneo di bawah bendera Merah Putih sebagai simbol kesetiaan pada NKRI yang berpadu dengan jeritan hati menuntut keadilan infrastruktur.
Tinggal di beranda terdepan negara, warga Krayan hingga kini masih terisolasi oleh bentang alam yang ekstrem.
Saat slogan membangun dari pinggiran sering dikumandangkan, realitas di lima kecamatan Krayan justru menampilkan sebuah ironi, sebuah wilayah perbatasan strategis yang urat nadi kehidupannya nyaris lumpuh setiap kali musim hujan tiba.
BACA JUGA:Menagih Komitmen Reformasi di Hari Perhubungan Nasional
Krayan adalah daerah dataran tinggi, sehingga perahu motor tidak akan sampai. Pasalnya aliran sungainya kecil.
Jalan provinsi yang akan terhubung ke jalan nasional pararel perbatasan belum menampakan hasilnya.
Wilayah Krayan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara yang terbagi lima kecamatan. Di Krayan terdapat lima bandara perintis.
Keberadaan lima bandara perintis yang tersebar di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, merupakan urat nadi transportasi yang tak tergantikan.
BACA JUGA:Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik
Selain Bandara Yuvai Semaring (Long Bawan) di Kecamatan Krayan yang menjadi gerbang utama menuju Tarakan, Nunukan, dan Malinau, kawasan ini juga ditopang oleh Bandara Long Layu di Krayan Selatan, Bandara Binuang di Krayan Tengah, Bandara Banten/Long Midang di Krayan Barat, serta Bandara Long Umung di Krayan Timur.
Kelima lapangan terbang ini menjadi tumpuan tunggal masyarakat perbatasan untuk mobilitas penumpang hingga pengiriman kebutuhan pokok.
Di setiap kecamatan terdapat bandara udara, namun harus didukung dengan penerbangan perintis agar tarif terjangkau dibeli oleh masyarakat.
Kelima kecamatan di wilayah Krayan belum terhubung oleh jaringan jalan yang memadai. Kondisi konektivitas darat antar-kecamatan di Krayan saat ini masih menghadapi kendala berat.