Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan, Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi

Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan, Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi

Tinggal di beranda terdepan negara, warga Krayan hingga kini masih terisolasi oleh bentang alam yang ekstrem.-Weradio.co.id-Djoko Setikowarno

Masalah tak berhenti di situ; distribusi obat-obatan dan alat kesehatan ke puskesmas pun sering terhambat setiap kali pasokan udara mengalami kendala operasional.

BACA JUGA:Antisipasi Kenaikan Harga BBM Tahun 2027

Keempat, tingginya kerentanan ketahanan pangan dan ketersediaan BBM.

Belum tersambungnya jalur darat Malinau - Krayan membuat pengiriman bahan bakar sepenuhnya mengandalkan pesawat kargo berspesifikasi drum.

Ketergantungan tunggal ini sangat berisiko; begitu cuaca buruk melanda berhari-hari atau terjadi masalah operasional pada armada udara, pasokan energi di wilayah perbatasan langsung terhenti dan kelangkaan BBM tak terhindarkan.

Kelima, tingginya ongkos dan terbatasnya akses pendidikan. Bagi anak-anak sekolah dan mahasiswa setempat yang hendak menuntut ilmu ke tingkat menengah atau perguruan tinggi di Malinau, Tarakan, hingga Jawa, biaya penerbangan menjadi beban yang sangat berat.

BACA JUGA:Indonesia Darurat Keselamatan Transportasi Jalan

Tak hanya bagi peserta didik, tantangan geografis ini juga memicu hambatan teknis pada mobilisasi tenaga pengajar serta pengiriman fasilitas dan alat penunjang belajar-mengajar.

Penuntasan konektivitas darat Malinau - Krayan melalui Jalan Paralel Perbatasan adalah kunci utamanya.

Peningkatan kualitas jalan dari tanah menjadi aspal atau beton tidak hanya akan memangkas tingginya biaya logistik, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk membebaskan warga perbatasan dari ketergantungan ekonomi asing sekaligus mengokohkan kedaulatan NKRI.

Segala dampak multidimensional di atas bermuara pada satu urgensi utama, kedaulatan di beranda negara tidak bisa hanya dijaga dengan retorika, melainkan dengan aspal dan beton.

BACA JUGA:Reaktivasi Jalan Rel Kereta Api Jadi Kunci Pemerataan, Merajut Konektivitas, dan Memacu Pertumbuhan

Oleh karena itu, Program Inpres Jalan Daerah (IJD) harus segera difokuskan untuk menuntaskan jaringan jalan yang belum terhubung di Krayan, baik jalan paralel perbatasan maupun jalan daerah.

Mengingat besarnya sumbangan hasil mineral Kalimantan Utara bagi negara, pembangunan infrastruktur di wilayah ini sudah sepatutnya menjadi prioritas utama.

Meskipun sebagian besar badan jalan trans-perbatasan menuju Krayan sudah tembus, peningkatan struktur dari jalan tanah menjadi jalan layak harus segera direalisasikan.

Berita Terkait