Membangun Budaya Keselamatan Jalan lewat Wajib Sekolah Mengemudi

Membangun Budaya Keselamatan Jalan lewat Wajib Sekolah Mengemudi

Maraknya kecelakaan akibat kelalaian manusia menjadikan sekolah mengemudi sebelum ujian SIM sebagai kebutuhan mendesak.-Weradio.co.id-IST

BACA JUGA:Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik

Kedua, penguasaan teknik berkendara aman. Instruktur profesional membekali peserta keterampilan mengantisipasi bahaya, seperti scanning pandangan, pengawasan blind spot, dan pengereman darurat.

Peserta juga dilatih mengontrol kendaraan dalam kondisi menantang, mulai dari jalan licin dan menanjak hingga manuver parkir di ruang sempit.

Ketiga, pengurangan risiko kecelakaan fatal. Karena human error dan kepanikan menjadi pemicu utama kecelakaan, sekolah mengemudi membekali peserta dengan refleks berkendara yang tepat.

Hal ini terbukti signifikan dalam menekan potensi kecelakaan fatal di jalan raya.

BACA JUGA:Trans Banyumas, Cara Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah

Keempat, fasilitas dan lingkungan belajar yang aman. Kehadiran kendaraan khusus berpapan kontrol ganda memungkinkan instruktur mengintervensi potensi bahaya secara langsung.

Pembelajaran bersama instruktur profesional secara bertahap juga efektif menghilangkan rasa panik dan cemas yang kerap timbul jika belajar mandiri bersama keluarga.

Kelima, kesiapan menghadapi ujian Surat Ijin Mengemudi (SIM). Sekolah resmi membantu calon pengemudi memahami standar kelulusan ujian teori maupun praktik yang ditetapkan oleh kepolisian, sehingga peserta lebih siap secara teknis dan mental.

Sekolah Mengemudi di berbagai negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas rendah telah lama mewajibkan kelulusan sekolah mengemudi sebelum seseorang dapat mengikuti ujian SIM.

BACA JUGA:Trans Banyumas, Cara Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah

Penamaan dan penataan istilah untuk lembaga pelatihan ini pun beragam di setiap negara, menyesuaikan dengan bahasa lokal, budaya, dan regulasi pemerintah setempat.

Berikut adalah penamaan sekolah mengemudi di berbagai negara dan kawasan.

Pertama, Asia dan Asia Tenggara. Institut Memandu atau Sekolah Memandu di Malaysia, Driving Centre atau Driving School di Singapura, Thailand (Rongrian Son Khap Rot atau Driving School), Brunei Darussalam (sekolah Memandu atau Sekolah Latihan memandu), Filipina (Land Transportasiton Office/LTO), Laos (Thongsangnang Driving School/TSN), Vietnam (Hoang Gia Driving School), Kamboja (Gold Steer Driving School), Timor Timur (Escola de Conducao).

Di Jepang disebut Automobile School istilah resminya adalah Jidōsha Gakkō atau Jidōsha Kyōshūjo.