Membangun Budaya Keselamatan Jalan lewat Wajib Sekolah Mengemudi
Maraknya kecelakaan akibat kelalaian manusia menjadikan sekolah mengemudi sebelum ujian SIM sebagai kebutuhan mendesak.-Weradio.co.id-IST
BACA JUGA:Mengintegrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Sekolah kursus di Jepang sangat ketat dan memiliki sirkuit ujian internal sendiri. Korea Selatan, menyebutnya Aunjeon Myeonheo Hangwon, secara harfiah berarti Akademi Lisensi Mengemudi.
Tiongkok menamakan Jiàxiào, singkatan dari Jiàshǐ Yuán Xúnliàn Xuéxiào yang berarti Sekolah Pelatihan Pengemudi. Sementara di Arab Saudi dan Timur Tengah disebut Madrasat Ta'leem Al-Qiyaadah berarti Sekolah Pengajaran Mengemudi.
Kedua, Negara Berbahasa Inggris (Anglosphere).Inggris (UK) dan Australia disebut Driving School atau School of Motoring (contoh, British School of Motoring/BSM).
Di Amerika Serikat dan Kanada dinamakan Driving School atau Driver's Education (sering disingkat Driver's Ed).
BACA JUGA:Menyingkap Fenomena Manipulasi Pelat Nomor, Motif, Hukum, dan Solusinya
Istilah Driver's Ed biasanya merujuk pada kurikulum atau program sekolah mengemudi untuk remaja/pemula.
Ketiga, Negara Eropa. Jerman dan Austria menyebutnya Fahrschule. Sekolah mengemudi di Jerman diwajibkan oleh undang-undang untuk mengambil gabungan teori intensif dan praktik jalan (Praxis).
Prancis disebut Auto-école atau École de conduite. Spanyol dan Amerika Latin disebut Autoescuela (Spanyol) atau Escuela de Manejo/Escuela de Conducción (di beberapa negara Amerika Latin seperti Meksiko dan Argentina).
Di Italia dinamakan Autoscuola atau Scuola Guida, Belanda (Rijschool) dan Rusia (Avtoshkola).
BACA JUGA:Angkutan Pelajar Aman, Menjaga Keselamatan Siswa, Menghidupkan Angkutan Pedesaan Kabupaten Magelang
Kurikulum
Kurikulum sekolah mengemudi yang komprehensif dirancang tidak hanya untuk melatih kemampuan teknis mengendalikan kendaraan, tetapi juga membangun kesadaran keselamatan jalan (road safety) dan pemahaman regulasi lalu lintas.
Setidaknya ada 4 modul yang harus disiapkan, yaitu Modul Teori Dasar dan Regulasi, Modul Praktek Lapangan Tertutup, Modul Praktek Jalan Raya, Modul Perawatan dan Tanggap Darurat.
Setelah itu dilakukan evaluasi berupa Ujian Teori (Tes pemahaman rambu, etika, dan hukum lalu lintas) dan Ujian Praktek (evaluasi kelulusan berbasis skor pada manuver parkir, tanjakan, dan pengemudian jalan raya).