Tingkatkan Kualitas Kehidupan Masyarakat, Gunakan AI dengan Bijak dan Kritis
Billy Martasandy, S.Psi., M.Si., Ph.D--
JAKARTA, Weradio.co.id - Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) perlu diimbangi dengan peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu menggunakan teknologi secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.
Menurut Billy Martasandy, S.Psi., M.Si., Ph.D., yang terpenting, pemanfaatannya harus tetap memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan. Ini dikatakan Billy saat menjadi pembicara di acara Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan Asosiasi DKLPT bekerja sama dengan Institut Agama Islam (IAI) Yapnas Jeneponto.
Dalam seminar yang berlangsung secara daring melalui Zoom pada Minggu, 25 Oktober 2026 lalu, transformasi digital dan pemanfaatan AI menjadi salah satu fokus dalam upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.
Seminar nasional tersebut mengangkat tema “Transformasi Digital dan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk Pemberdayaan Masyarakat yang Inklusif dan Berkelanjutan”.
BACA JUGA:BRIN, PGN, Pemkab Batang Jawab Tantangan Perubahan Iklim lewat Teknologi Ketahanan Pangan
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi akademisi, praktisi, dan masyarakat untuk membahas bagaimana teknologi digital dan AI dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, memperluas akses pengetahuan, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
CEO Martasandy Group Indonesia menekankan pentingnya menempatkan teknologi sebagai sarana untuk memperluas kesempatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman.
“Transformasi digital dan kecerdasan buatan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Teknologi perlu dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta membuka peluang pemberdayaan yang lebih inklusif.
Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas menjadi faktor penting dalam memastikan inovasi digital dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap teknologi.
BACA JUGA:TCL dengan Teknologi Mini LED Sejak 2018, Pilihan Terbaik TV Premium di Indonesia
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga, di antaranya Dr. Nanda Saputra, M.Pd., Dr. Hartina Fattah, S.Si., M.M., Dr. Sudarmadi Putra, M.Ud., Ir. Eko Nur Hidayat, S.Si., M.Kom., Rachmat Satria, M.Pd., serta Dwi Sulistiyorini, M.Pd., M.A.P.
Selain menjadi forum diskusi, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan gagasan dan hasil pengabdian kepada masyarakat melalui seminar dan call for paper.
Melalui kegiatan ini, Asosiasi DKLPT dan IAI Yapnas Jeneponto berharap dapat memperkuat kontribusi akademisi dan praktisi dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.