Kepentingan Politik di Ujung Tanduk, Dua Negara Sekutu Iran Gelar Komunikasi Diplomatik Tingkat Tinggi

Kepentingan Politik di Ujung Tanduk, Dua Negara Sekutu Iran Gelar Komunikasi Diplomatik Tingkat Tinggi

Keterlibatan Rusia dan China dalam konflik Iran - AS bukan tanpa alasan. Keduanya memiliki kepentingan besar yang kini berada di ujung tanduk.-Weradio.co.id-Video YouTube Hindustan Times

MOSKOW, Weradio.co.id – Ketegangan global mencapai titik didih setelah tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Menanggapi situasi yang kian genting, sekutu dekat Iran, Rusia dan China, menggelar komunikasi diplomatik tingkat tinggi untuk menentukan sikap terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Seperti dilansir dari video YouTube Hindustan Times yang dikutip Weradio.co.id, Selasa, 7 April 2026,  Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dan Menteri Luar Negeri Rusia dikabarkan melakukan pembicaraan telepon darurat pasca-insiden tersebut.

Kedua negara sepakat mengecam keras pembunuhan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan negara serta hukum internasional.

BACA JUGA:Kedubes Iran Sebut Serangan AS dan Israel Bunuh Lebih dari 200 Anak

Kecaman Keras dari Kremlin dan Beijing

Pemerintah Rusia melalui pernyataan resmi Kremlin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap norma moral kemanusiaan.

Moskow juga memuji peran vital Khamenei dalam membangun kemitraan strategis antara Iran dan Rusia selama bertahun-tahun.

Di sisi lain, China menegaskan, pembunuhan pemimpin negara berdaulat di tengah negosiasi Iran - AS adalah tindakan yang tidak dapat diterima.

Wang Yi menekankan, AS dan Israel telah melakukan pelanggaran berat terhadap keamanan nasional Iran.

BACA JUGA:Reuni Setelah 23 Tahun! Kate Winslet Resmi Gabung Film Lord of the Rings Terbaru Andy Serkis

Kerugian Ekonomi dan Strategis

Keterlibatan Rusia dan China dalam konflik ini bukan tanpa alasan. Keduanya memiliki kepentingan besar yang kini berada di ujung tanduk.

Pertama, Lifeline Ekonomi China. Saat ini, China menyerap hampir 90% ekspor minyak Iran dan menguasai 30% total perdagangan luar negeri Teheran. Perang skala penuh di Iran akan mengganggu pasokan energi global dan melambungkan harga minyak, yang pada gilirannya mengancam stabilitas ekonomi China.

Kedua, Investasi Miliaran Dolar Rusia: Rusia telah menanamkan modal besar dalam berbagai proyek infrastruktur di Iran, mulai dari reaktor nuklir hingga koridor transportasi internasional.