Diperkuat Palu Godam Setinggi Dua Meter, Jakarta Lavani Livin Ingin Kunci Tiket Final Proliga 2026 Lebih Awal
Tim putra Jakarta Lavani Livin Transmedia Ingin segera pastikan lolos ke grand final Proliga 2026 saat tampil pada putaran kedua final four di Solo. --Dok PBVSI
JAKARTA, Weradio.co.id - Tim putra Jakarta Lavani Livin Transmedia menantang juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi dalam perebutan gelar juara putaran pertama final four Proliga 2026. Keduanya bertemu dalam pertandingan menentukan pada hari pertama seri kedua final four, Kamis, 9 April 2026, di GOR Sritex Arena, Solo.
Bhayangkara Presisi dan Lavani Livin sama-sama memiliki peluang juara setelah mereka menyapu bersih kemenangan dalam dua pertandingan pada putaran pertama di Surabaya pekan lalu.
Siaran pers yang diterima Weradio.co.id menyebutkan, Lavani Livin bakal menurunkan kekuatan terbaiknya, termasuk opposite hitter yang baru mereka datangkan dari Jerman, yakni Grozer Gyoergy.
Pevoli berjulukan Hammerschorsch alias Palu Godam ini sudah bergabung dengan Lavani Livin sejak seri di Surabaya,. Tetapi pria berusia 41 tahun tersebut baru akan dimainkan di Solo.
BACA JUGA:Lewat Prestasi Kerja Gemilang Sepanjang 2025, Saham BBCA dipastikan Terdongkrak
Gyoergy merupakan anggota tim nasional voli Jerman pada tahun 2007. Dia memiliki tinggi dua meter dan sebelumnya bermain untuk klub Shanghai Bright Ubest.
"Kami tidak boleh lengah. Evaluasi dari Surabaya sudah dkami lakukan, dan di Solo kami ingin mengunci tiket final lebih awal," tegas perwakilan manajemen Lavani Livin, John Zulfikar.

Opposite hitter asal Jerman Grozer Gyoergy jadi kekuatan baru Jakarta Lavani Livin Transmedia. --Dok Volleyballworld
​Sementara itu, juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi tetap menunjukkan ketenangannya.
"Tim dalam kondisi fisik yang prima. Kami fokus pada rotasi pemain agar stamina tetap terjaga di jadwal yang padat ini," kata Dwi Cahyo, perwakilan Bhayangkara Presisi.
BACA JUGA:Sertijab di Tubuh Polda Metro Jaya, Upaya Pengembangan Karier dan Profesionalisme
​Sementara itu, Surabaya Samator, melalui manajer Hadi Sampurno, menyatakan para pemain lokalnya sudah lebih adaptif dengan tekanan final four.
"Anak-anak muda kami sudah belajar banyak di Surabaya. Di Solo, kami akan bermain lebih lepas," kata Hadi Sampurno.
Hadi juga menegaskan bahwa Jordan Michael dan kawan-kawan siap memberikan kejutan di Solo, "Meski satu pemain kami, Rama Fazza Fauzan cedera, di second line kami masih solid," tukas Hadi.