Bhayangkara Presisi Selangkah Lagi Pertahankan Gelar, Ladeni Tantangan Lavani Livin di Grand Final Proliga
Jakarta Bhayangkara Presisi akan berusaha mempertahankan gelar saat meladeni tantangan Jakarta Lavani Livin Transmedi pada pertandingan grand final di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pekan depan. --Dok PBVSI
JAKARTA, Weradio.co.id - Tinggal selangkah lagi tim putra Jakarta Bhayangkara Presisi bakal mempertahankan gelar juara pada kompetisi bola voli kasta tertinggi di Tanah Air. Dalam partai perebutan gelar pada grand final Proliga 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pekan depan, tim pelat merah tersebut meladeni tantangan Jakarta Lavani Livin Transmedia.
Skenario tersebut tercipta setelah Bhayangkara Presisi mengalahkan Jakarta Garuda Jaya 3-0 (25-20, 27-25, 25-19) pada lanjutan lbabak final four di GOR Jatidiri, Semarang, Jumat, 27 April 2026.
Lavani Livin sudah lebih dulu memastikan lolos ke grand final setelah mengalahkan Garuda Jaya 3-0 pada seri di Solo pekan lalu.
Bhayangkara Presisi dan Lavani Livin masih akan bertemu pada pertandingan perebutan gelar juara putaran kedua final four di GOR Jatidiri, Minggu, 19 April 2026.
BACA JUGA:Ancol Hadirkan Tiket Hemat, Satu Mobil Satu Harga
Pelatih Bhayangkara Presisi Reidel Toiran mengakui bahwa memastikan tiket grand final merupakan langkah awal bagi timnya untuk menuntaskan misi besar mereka, yakni mempertahankan singgasana juara.
Meski timnya akan menghadapi pertandingan pamungkas di GOR Amongrogo pekan depan, Toiran menegaskan bahwa mereka tetap akan tampil ngotot untuk meraih kemenangan pada pertandingan sisa final four di Semarang. Tapi, pelatih asal Kuba ini juga berencana melakukan rotasi pemain di dalam timnya.
"Tujuan awal kami adalah final. Sekarang saatnya memberikan jam terbang bagi pemain muda untuk menjaga kebugaran pilar utama sebelum bentrokan di grand final," kata Toiran dalam siaran pers yang diterima Weradio.co.id.
Setter andalan Bhayangkara Presisi Alvin Daniel mengaku memasang target tinggi untuk mencetak sejarah baru di kompetisi voli kasta tertinggi Indonesia itu.
BACA JUGA:Kasus PTSL Bogor Disorot, Sertifikat Tanah Diduga Cacat Hukum dan Manipulatif
"Lega rasanya bisa menang hari ini. Fokus kami sekarang adalah mempertahankan gelar dan menciptakan hattrick juara," tegas Alvin.
Intensitas tinggi
Jakarta Bhayangkara Presisi memulai pertandingan melawan Garuda Jaya dengan intensitas tinggi. Mengandalkan kombinasi Agil Angga, Arjuna Mahendra, Martin Atanasov , Bardia Saadat, dan pengatur serangan Nizar Zulfikar, tim bola voli profesional milik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tersebut memegang kendali permainan.
Di sisi lain, Garuda Jaya yang mengandalkan Dawuda Alahimassalam dan Fauzan Nibras tidak tinggal diam. Namun, meski sempat memberikan perlawanan ketat dan membayangi perolehan angka Bhayangkara Presisi, tim asuhan Nur Widayanto trrsebut kesulitan menembus pertahanan kokoh lawan. Akhirnya, tanpa ketergantungan penuh pada Martin Atanasov dan Bardia Saadat, Bhayangkara Presisi memenangi game pertama dengan skor 25-20 dalam waktu 28 menit.