Lolos Lebih Awal ke Grand Final Proliga 2026, Lavani Livin Pertimbangkan Rotasi di Laga Terakhir Final Four

Lolos Lebih Awal ke Grand Final Proliga 2026, Lavani Livin Pertimbangkan Rotasi di Laga Terakhir  Final Four

Tim putra Jakarta Lavani Livin Transmedia lolos ke grand final kompetisi bola voli Proliga 2026 dengan rekor kemenangan 100 persen dalam empat pertandingan pertama final four. --Dok PBVSI

JAKARTA, Weradio.co.id - Tim putra Jakarta Lavani Livin Transmedia mempertimbangkan untuk merotasi pemainnya di dua pertandingan terakhir final four Proliga 2026. Dua pertandingan terakhir itu tidak  berpengaruh lagi terhadap peluang Lavani Livin ke grand final, karena mereka sudah memastikan lolos ke babak perebutan gelar juara kompetisi bola voli kasta tertinggi di Indonesia tersebut.

Lavani Livin mewujudkan ambisinya lolos lebih awal ke grand final Proliga 2026, setelah Boy Arnes Arabi dan kawan-kawan menyapu bersih kemenangan dalam  pertandingan final four setelah mengalahkan Jakarta Garuda Jaya hari Sabtu malam, 11 April 2026.

Memainkan pertandingan putaran kedua final four  di GOR Sritex Arena, Solo, Sabtu malam, 11 April 2026,  tim asuhan David Lee tersebut menghabisi Garuda Jaya dengan skor telak 3-0 (25-19, 25-21, 25-18) dalam waktu 1 jam 35 menit.

Kemenangan ini semakin memperkokoh  posisi Lavani Livin di puncak klasemen dengan rekor kemenangan 100 persen dari empat pertandingan sejak putaran pertama final four.

BACA JUGA:Sempat Kehilangan Momentum dalam Pertandingan, Surabaya Samator Petik Kemenangan Pertama di Final Four

Meski masih menyisakan dua pertandingan, Lavani Livin sudah memastikan lolos ke grand final. Adapun dua pertandingan sisa Lavani Livin adalah melawan Surabaya Samator dan Jakarta Bhayangkara Presisi pada seri di Semarang, akhir pekan depan.

Asisten pelatih Lavani Livin Erwin Rusni mengakui, timnya masih mempertimbangkan apakah mereka akan memberikan lebih banyak kesempatan kepada pemain yang selama ini kurang mendapatkan menit bermain untuk menambah jam terbangnya saat menghadapi Surabaya Samator dan Bhayangkara Presisi.

Kepada Weradio.co.id, Erwin Rusni mengungkapkan, "Mudah-mudahan kami ada rotasi di sisa dua pertandingan. Tapi nanti kami liat juga kondisinya seperti apa di lapangan, apakah dibutuhkan rotasi atau tidak."

"Kami kembali kepada Coach (pelatih) David  Lee. Saya hanya kasih masukan apakah kami butuh rotasi atau tidak. Coach Lee yang punya kuasa untuk itu. Tetapi kami tetap berdiskusi dalam hal ini," tambah mantan pevoli anggota Timnas Indonesia ini.

BACA JUGA:KONI DKI Lakukan Pendataan Calon Tim Pelatda Untuk Mendapatkan Atlet Berkualitas

Di sisi lain, Garuda Jaya bisa dibilang sudah tidak punya peluang lagi untuk lolos ke babak selanjutnya. Tim asuhan Nur Widayanto ini masih terdampar di dasar klasemen setelah kalah terus dalam empat pertandingan. Mereka masih menyisakan pertandingan melawan Bhayangkara Presisi dan Surabaya Samator.

Jalannya pertandingan

Menurunkan setter Dio Zulfikri sebagai pengatur serangan, serta duo outside hitter asing dan lokal, Taylor Sander dan Boy Arnes, sebagai juru gedor, Lavani langsung memegang kendali permainan. Meski ditekan, Garuda Jaya yang dimotori duet opposite hitter lokal, Dawuda Alahimassalam dan Fauzan Nibras, memberikan perlawanan ketat di awal game pertama.

​Keunggulan Lavani Livin mulai terlihat saat memasuki pertengahan game pertama. Klub yang didirikan oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, ini memimpin dengan keunggulan empat poin, 16-12.

Berita Terkait