Jakarta Lavani Livin dalam Posisi Lebih Menguntungkan untuk Rebut Gelar Juara Proliga 2026
Opposite hitter Jakarta Lavani Livin Transmedia Gyoergy Grozer (99) selebrasi bersama rekan-rekannya usai mereka mencetak poin dalam kemenangan 3-1 atas Jakarta Bhayangkara Presisi pada pertandingan pertama grand final Proliga 2026, Jumat, 24 April 2026, --Dok PBVSI
"Mudah-mudahan nanti malam para pemain bisa bermain baik, agresif poin demi poin, dan bisa mendapatkan hasil maksimal, " katanya.
Pada pertandingan pertama semalam, Lavani Livin menurunkan susunan roster terbaik sejak awal game pertama. Kolaborasi antara setter Dio Zulfikri dan deretan spiker mumpuni seperti Taylor Sander, Gyoergy Grozer, dan Boy Arnes Arabi memberikan tekanan konstan.
BACA JUGA:Cakung Barat Memprihatinkan, Tumpukan Sampah Jadi Sorotan
Di kubu lawan, Bhayangkara Presisi yang mengandalkan Bardia Saadat dan Martin Atanasov sempat memberikan perlawanan sengit.
Aksi kejar-kejaran angka terjadi hingga pertengahan game pertama. Namun, ketenangan duet middle blocker Hendra Kurniawan dan Malizi dalam menjaga tembok pertahanan di depan net membuat Lavani Livin mampu mengunci game pertama dengan keunggulan 25-22.
Pada game kedua, tensi pertandingan semakin memanas. Bhayangkara Presisi yang tertinggal satu game langsung mengambil inisiatif serangan. Rendy Tamamilang dan Agil Angga tampil impresif dalam membongkar pertahanan Lavani Livin.
Nizar Zulfikar sukses mengatur ritme permainan Bhayangkara Presisi dan membuat barisan blocker Lavani Livin kewalahan. Meski sempat terjadi reli panjang, Bhayangkara Presisi berhasil memenangi game kedua juga dengan skor 22-25, sekaligus menjadikan agregat imbang 1-1.
BACA JUGA:Jakarta Pertamina Enduro Buka Peluang Pertahankan Gelar Juara Proliga
Kekalahan di game kedua seperti alarm pengingat bagi Lavani Livin. Pada game ini, Grozer dan kawan-kawan tampil lebih agresif. Servis-servis tajam dari Taylor Sander seringkali membuahkan ace atau merusak receive pemain Bhayangkara Presisi.
Lavani Livin memimpin jauh sejak pertengahan game. Koordinasi yang buruk di lini belakang Bhayangkara Presisi dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak Lavani Livin untuk menutup game ketiga dengan skor telak 25-16 dalam waktu 34 menit.
Pada set keempat, Lavani Livin lagi-lagi tidak membiarkan permainan Bhayangkara Presisi berkembang. Meski Bhayangkara Presisi mencoba bangkit melalui serangan-serangan Bardia Saadat, momentum tetap berada di tangan Lavani Livin.
Dominasi Lavani Livin terlihat jelas saat memasuki poin-poin krusial. Mereka sempat memimpin jauh 19-12. Meskipun ada perlawanan di menit-menit akhir dari skuad asuhan Reidel Toiran, Lavan Livin akhirnya menyudahi perlawanan Bhayangkara Presisi 25-18, sekaligus unggul 1-0 dalam seri tiga terbaik.
BACA JUGA:Marsekal TNI Wahyu Anggono Dukung Kerja Sama TNI AU dan Kalbe di Sultra
Erwin Rusni mengungkapkan bahwa timnya tampil cukup solid pada game pertama. Namun, pada game kedua, performa Dio Zulfikri dan kawan-kawan menurun. "Banyak kesalahan sendiri yang dilakukan anak-anak," ucapnya.
Dari kubu Bhayangkara Presisi, Pelatih Reidel Toiran menyebutkan kalau timnya mampu memberikan perlawanan pada dua game awal. "Kami mampu memberikan perlawanan hanya dua game. Setelah itu game ketiga dan keempat kami kalah," ujar Toiran.