Jakarta Lavani Livin Capai Target Juara Proliga 2026, Pertamina Enduro Catat Back to Back

Jakarta Lavani Livin Capai Target Juara Proliga 2026, Pertamina Enduro Catat Back to Back

Tim putra Jakarta Lavani Livin Transmedia menjuarai kompetisi bola voli Proliga 2026 dengan keunggulan agregat 2-0 atas Jakarta Bhayangkara Presisi. Dok PBVSI --Dok PBVSI


Para pemain Jakarta Pertamina Enduro melakukan selebrasi dan bergembira usai memastikan diri mempertahankan gelar juara Proliga 2026 di bagian putri setelah mengalahkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia 2-0 dalam grand final berformat the best of three --Dok PBVSI

Ini merupakan gelar keempat kali (2014, 2018, 2025, dan 2026) yang diraih Pertamina Enduro sejak keikutsertaan pertama mereka pada 2013.  Sedangkan Phonska Plus belum pernah juara sejak mengikuti Proliga sedari awal (2002).

BACA JUGA:Setelah Antar Manchester City ke Puncak Liga Inggris, Erling Haaland Kebingungan Jawab Pertanyaan Wartawan

Usai pertandingan, opposite hitter andalan Pertamina Enduro Megawati mengatakan, "Yang saya syukuri selain kemenangan hari ini, teman-teman bermain sangat bagus."

Sedangkan Pelatih Pertamina Enduro Bullent Karslioglu mengungkapkan bahwa yang pertama kali dia sampaikan kepada pemain ya adakah mereka harus bersabar. "Seperti saya sampaikan, kami selalu bermain sabar, dan hasilnya kita tahu semua, kami juara hari ini," kata pelatih asal Turki itu.

Dia menambahkan, "Jika kami diberi kesempatan oleh federasi (PBVSI), Pertamina siap mewakili Indonesia di kancah internasional. Karena  di tim ini banyak pemain potensial."

Sementara itu, Pelatih Phonska Plus Alessandro Lodi mengakui Pertamina Enduro adalah tim terbaik. "Tanpa diskusi pun saya mengakui Pertamina Enduro adalah tim terbaik," tegas Lodi.

BACA JUGA:Cerita tentang Gajah-Gajah Way Kambas dari Roy Genggam

Lodi juga mengatakan, sebenarnya timnya sudah berusaha memperbaiki penampilan. "Tapi, sekali lagi, Pertamina merupakan tim yang baik, kami memerlukan performa luar biasa untuk melawan mereka," tambah pelatih asal Italia ini.p luar biasa," tukas Alessandro Lodi.

Dream team

Pada game pertama melawan Phonska Plus, Pertamina Enduro memasang dream team yang diisi oleh Megawati Hangestri, Irina Voronkova, Wilma Salas, Tisya Amallya, Rissa Mega, dan Nurlaili. Mereka tampil menekan sejak servis pertama dilakukan.

​Phonska Plus yang mengandalkan motor serangan Medi Yoku, Arnetta Putri, dan dua legiun asing, Annie Mitchem serta Oleksandra Bytsenko, sebenarnya mencoba memberikan perlawanan. Namun, rapatnya barisan pertahanan Pertamina Enduro membuat upaya serangan Medi Yoku dan kawan-kawan seringkali membentur tembok kokoh lawan. Pertamina Enduro menutup game pertama dengan keunggulan enam poin, 25-19.

​Tensi pertandingan lebih panas pada game kedua. Apalagi, Phonska Plus tampil lebih berani dan spartan. Alhasil, kedua tim terlibat kejar-kejaran angka. Bahkan, anak-anak Gresik sempat beberapa kali menyamakan kedudukan dan mengancam momentum Pertamina Enduro.

BACA JUGA:Ini Pernyataan Mikel Arteta setelah Arsenal Kalah di Manchester City, Optimistis Hadapi Lima Laga Terakhir

Namun, kematangan mental Pertamina Enduro berbicara. Trio maut mereka—Megawati, Irina Voronkova, dan Wilma Salas—menjadi pembeda dengan sumbangan poin-poin krusial di masa kritis. Meski Phonska Plus memberikan perlawanan habis-habisan, Pertamina Enduro tetap mampu mengamankan game kedua dengan skor tipis 25-23.