Gempuran Teknologi Intai Media Gereja, Pegiat Komsos Wajib Berbenah

Gempuran Teknologi Intai Media Gereja, Pegiat Komsos Wajib Berbenah

Wartawan senior The Jakarta Post, Kornelius Purba, menyampaikan materi jurnalistik bagi pegiat komunikasi peserta PKSN XIII di Pontianak, Kamis, 28 Mei 2026.-Weradio.co.id-Komsos KAP

BACA JUGA:KWI Soroti 'Luka Sosial' di Papua hingga 'Bumerang' Food Estate: Demokrasi Kita Sedang Mundur?

“Komsos harus membangun kolaborasi erat dengan Sekretaris Uskup, kuria, dan komisi-komisi lain agar media resmi keuskupan dapat menguatkan relasi kuria dengan umat secara konsisten. Komsos juga harus berjejaring dengan insan pers lokal sebagai mitra pewartaan,” kata Mgr Didik.

Keterampilan Teknis Relawan

Mewujudkan berbagai cita-cita itu, para peserta PKSN XIII yang menjadi relawan di Komisi Komsos masing-masing, dibekali keterampilan teknis memproduksi konten. Ratusan penggerak media paroki dari berbagai keuskupan itu dibagi dalam empat kelas workshop yakni jurnalistik, podcast, video, dan konten kreatif.

Pada kelas podcast, peserta digembleng oleh Jose Marwoto dan Romo Antonius Steven Lalu, mengenai teknik dasar berbicara di depan kamera, olah vokal diafragma, hingga cara membagi pandangan mata agar tampil komunikatif.

Para peserta berpraktik dalam kelompok, mensimulasikan peran penyusun konsep, host dan narasumber. Simulasi itu kemudian direkam untuk memudahkan evaluasi.

BACA JUGA:Peristiwa Bersejarah, Indonesia Tampil Perdana di Pameran 100 Gua Natal di Vatikan

Podcast yang baik harus dikonsep terlebih dahulu. Kemasannya harus menarik sehingga orang betah menonton dan pesan tersampaikan,” kata Jose Marwoto.

Di kelas jurnalistik, peserta dibekali dengan keterampilan merencanakan liputan dan menyusun berita. Gabriel Abdi Susanto dan Kornelius Purba menjadi mentor yang menegaskan pentingnya kedisiplinan dan bijaksana menggunakan AI.

“Buat perencanaan yang matang agar kalian tetap terarah. AI itu sebatas alat bantu, dan kalian harus disiplin verifikasi atas info dari AI,” tegas Kornelius Purba, wartawan senior The Jakarta Post.

Sementara itu, proses produksi visual dipelajari di kelas video bersama Ignasius Christopher Adisurya dan Samuel Krismanto. Mereka belajar pembuatan dokumenter naratif pendek.

BACA JUGA:Bahasa Indonesia Resmi Jadi Bahasa Ke-57 di Media Resmi Vatikan

Mulai dari taktik memikat penonton pada 10 detik pertama hingga penggunaan log sheet serta editing emosional cerita. Peserta dibagi kelompok dan harus memproduksi video bersama sebagai tindak lanjutnya.

Dan, di kelas konten kreatif yang dipandu Fransiscus Borgia Edgar dan Chrysania Hartanto, peserta mendapatkan pengetahuan cara merancang konten yang menghibur sekaligus edukatif.

Mentor mengingatkan pentingnya melakukan validasi ulang setiap informasi yang dihasilkan oleh mesin AI, untuk menghindari pengaruh tren digital yang manipulatif.