Brasil Nyaris Dipermalukan Jepang, Carlo Ancelotti Kirim Peringatan Samba bakal Lebih Garang
Skuad Brasil merayakan kemenangan mereka atas Jepangv2-1, Selasa, 30 Juni 2026. Brasil sempat tertinggal lebih dulu sebelum mereka akhirnya memastikan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. --Dok The Guardian
Suzuki melakukan penyelamatan dari tendangan Bruno Guimaraes dan Ancelotti, hampir tidak percaya.
Semenit kemudian, seluruh pemain cadangan Brasil harus waspada setelah penyelamatan luar biasa di garis gawang menyusul sundulan jarak dekat dari Casemiro. Don Carletto tetap tidak bersuara, hanya membiarkan dirinya bertukar pikiran sebentar dengan ofisial keempat, mungkin untuk meminta klarifikasi tentang kemungkinan pelanggaran Jepang di dalam kotak penalti.
Namun gol penyeimbang masih mengudara dan terjadi pada menit ke-57. Casemiro memberi harapan baru kepada tim raksasa Amerika Selatan itu melalui sundulan jarak dekatnya.
Ancelotti menyaksikan selebrasi timnya dengan tenang. Kemudian dia mengirimkan asisten untuk berbicara dengan striker Vinicius Junior dan, sebelum permainan dilanjutkan, melangkah beberapa meter ke dalam lapangan untuk memanggil Danilo. Sebuah kata singkat untuk mendefinisikan kembali instruksi taktis.
BACA JUGA:Para Pekerja di Indonesia Merasa Paling Puas dengan Gajinya di Kawasan Asia Pasifik
Semenit kemudian, ketenangan pelatih asal Italia itu pun goyah. Vinicius menghasilkan salah satu ledakan khasnya, menaklukkan beberapa pemain bertahan Jepang , tetapi upaya bintang Real Madrid tersebut masih membentur tiang gawang.
Waktu terus berjalan dan Ancelotti menyaksikan timnya dengan tangan terlipat dan wajah tegang. Namun, tambahan waktu enam menit sudah cukup untuk mematahkan mantra tersebut.
Pada menit ke-95 terciptalah gol penentu kemenangan Martinelli yang membuat seluruh Brasil bersorak. Semuanya, kecuali Ancelotti. Dia tetap tenang seperti biasanya, tetap berada di dekat bangku cadangan dan dengan isyarat memberitahu para pemainnya untuk tetap tenang, sementara stafnya berkumpul di sekelilingnya untuk memilah rincian akhir.
Pada kenyataannya, hanya ada sedikit hal yang perlu diputuskan. Beberapa saat kemudian, peluit akhir dibunyikan: Ancelotti akhirnya bisa bernapas lega dan menikmati kemenangan fase gugur pertamanya di bangku cadangan Brasil.
BACA JUGA:Butuh Rp 1 Miliar, KDM Sumbangkan Hadiah Sayembara pada Korban Penganiayaan
BACA JUGA:Gubernur Pramono Anung Minta DKI Jakarta Rebut Gelar Juara Umum PON 2028