Cabor Ini akan Jadi Lumbung Emas Kontingen Jakarta saat Jadi Kota Penyangga PON XXII 2028
Suasana diskusi Optimalisasi Jakarta sebagai Kota Penyangga PON XXII NTB-NTT yang digelar Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Jaya bersama KONI DKI Jakarta di Gedung KONI DKI Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026. Tampil sebagai pembicara di antaranya Ketua KONI DK--Dok Siwo PWI Jaya
Anggaran 166 miliar
Dalam diskusi tersebut Andri Yansyah juga menyebutkan bahwa Pemprov DKI Jakarta sudah mengalokasikan anggaran Rp 166 miliar untuk menggelar 17 cabor PON XXII. Anggaran tersebut untuk merevitalisasi sejumlah venue agar memenuhi standar nasional.
Pemprov DKI mengalokasikan anggaran sekitar Rp 166 miliar guna menyempurnakan sejumlah venue agar memenuhi standar nasional.
Menurut Andri Yansyah, Rp 166 miliar tersebut akan digunakan pada tahun depan untuk penyempurnaan fasilitas, mulai dari pencahayaan, lintasan pertandingan, pengecatan, hingga renovasi toilet dan ruang atlet.
Andri juga meyakini, PON 2028 bakal memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Jakarta.
Andri kemudian mengambil contoh Jakarta International Marathon. Event ini berlangsung dua hari dan menghasilkan perputaran ekonomi Rp 694,3 miliar,
“PON yang berlangsung selama dua pekan tentu akan memberikan multiplier effect yang jauh lebih besar,” katanya.
BACA JUGA:Viral Karang Taruna Kalisari Minta Sumbangan Agustusan Rp15 Juta ke Warung Kopi, Ini Klarifikasinya
Jakarta sudah 11 kalo menjadi juara umum PON. Tetapi mereka tidak pernah menjadi nomor 1 lagi sejak kali terakhir3 jadi juara pada PON Riau 2012.
Menurut Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, momentum menjadi kota penyangga menjadi kesempatan emas untuk juara umum PON lagi.
Kesit menilai, terpilihnya Jakarta sebagai kota penyangga harus menjadi momentum merebut gelar juara umum. "Untuk menyukseskan PON, media yang ada di Jakarta harus turut memberikan dukungan, khususnya kepada atlet DKI dan penyelenggaraan," kata Kesit.