PBB Temukan Bukti Kuat Amerika Serikat Lakukan Kejahatan Perang saat Serang Iran

PBB Temukan Bukti Kuat Amerika Serikat Lakukan Kejahatan Perang saat Serang Iran

Screenshot video serangan Amerika Serikat ke Teheran Iran-X-

Mereka juga menemukan bahwa puluhan ribu orang yang ditahan selama unjuk rasa mengalami penyiksaan, penahanan dalam isolasi, dan penolakan akses terhadap bantuan hukum.

BACA JUGA:Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan yang Baru Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Para ahli memperingatkan bahwa pemerintah telah meningkatkan penggunaan hukuman mati terhadap para pengunjuk rasa; setidaknya 29 pria telah dieksekusi setelah menjalani persidangan kilat atas tuduhan yang terkait dengan kerusuhan tersebut.

Laporan misi pencari fakta mencatat bahwa verifikasi independen terhadap jumlah korban tewas akibat tindakan keras itu tidak dapat dilakukan, namun terdapat alasan kuat untuk meyakini bahwa angka sebenarnya jauh lebih tinggi daripada angka resmi pemerintah yang menyebutkan 3.000 korban jiwa—yang sebagian besarnya diklaim pemerintah sebagai anggota aparat keamanan atau warga sipil yang kebetulan berada di lokasi kejadian.

Human Rights Activists News Agency (Hrana), sebuah organisasi yang berbasis di AS, menyatakan telah mengonfirmasi kematian lebih dari 7.000 orang, yang hampir seluruhnya merupakan pengunjuk rasa.

Para ahli dalam misi pencari fakta menyimpulkan bahwa otoritas Iran telah melakukan "banyak pelanggaran berat hak asasi manusia" selama tindakan keras tersebut. Tindakan-tindakan itu dikategorikan sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan—meliputi pembunuhan, pemenjaraan dan perampasan kebebasan fisik secara berat lainnya, penyiksaan, serta tindakan tidak manusiawi lainnya—yang dilakukan sebagai bagian dari serangan meluas dan sistematis yang ditujukan terhadap penduduk sipil."

Otoritas Iran menuduh AS dan Israel memicu kerusuhan tersebut serta menyalahkan pihak yang mereka sebut sebagai "teroris" dan "perusuh" atas jatuhnya korban jiwa.