Kisah Dokter Brigjen TNI Jonny dengan Tiga Gelar Doktor, Cum Laude dan Summa Cum Laude

Kisah Dokter Brigjen TNI Jonny dengan Tiga Gelar Doktor, Cum Laude dan Summa Cum Laude

Brigadir Jenderal TNI Dr. dr. Jonny, Sp.PD-KGH, M.Kes., M.M., DCN, DABRM, FISN-Weradio.co.id-Dar Edi Yoga

Namun, deretan gelar itu bukanlah inti dari perjalanan pengabdiannya. Justru yang lebih penting adalah bagaimana ilmu tersebut digunakan untuk menjawab persoalan kesehatan yang dihadapi manusia.

Sejak 2015, Brigjen TNI Jonny juga menjalankan peran sebagai Dosen Pendidik Klinis di RSPAD Gatot Soebroto, yang merupakan Rumah Sakit Pendidikan Utama bagi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

Peran tersebut mempertemukan pelayanan pasien dengan pendidikan calon dokter dan tenaga kesehatan.

Di RSPAD Gatot Soebroto, perjalanan profesionalnya terus berkembang. Ia pernah menjadi dokter konsultan Ginjal Hipertensi, Kepala Sub SMF Ginjal Hipertensi, Kepala Departemen Penyakit Dalam, hingga Direktur Pengembangan dan Riset.

BACA JUGA:Hari Jadi Ke-81 TNI AL, Semangat Jalesveva Jayamahe Kodaeral IV Bikin Musuh Gemetar

Sejak 15 Agustus 2025, ia dipercaya menjabat Ketua Komite Medik RSPAD Gatot Soebroto.

Di lingkungan pendidikan pertahanan, Brigjen TNI Jonny juga pernah dipercaya sebagai Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pertahanan.

Sejak 2024, ia aktif sebagai dosen Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Indonesia.

Baginya, dunia kedokteran tidak berhenti pada ruang praktik. Pengetahuan harus terus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Karena itu, penelitian menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya.

BACA JUGA:Zat Berbahaya Masuk RI, TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Vape Bomb Berisi Etomidate di Kepri

Berbagai penelitian yang ditekuninya berkaitan dengan penyakit ginjal, dialisis, hipertensi, terapi sel, imunoterapi, hingga pengembangan pendekatan regeneratif.

Berdasarkan CV yang tersedia, terdapat 52 publikasi ilmiah yang tercatat, serta 13 penelitian klinis atau ilmiah yang melibatkan dirinya.

Sejumlah karya ilmiahnya juga terbit dalam jurnal internasional, antara lain mengenai Acute Kidney Injury, terapi pengganti ginjal, Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis, terapi sel dendritik, penyakit ginjal diabetik, hingga hemoadsorption yang dikombinasikan dengan hemodialisis.

Di balik bahasa ilmiah yang sering terdengar rumit, sesungguhnya ada persoalan manusia yang sangat sederhana, yaitu bagaimana seseorang yang sedang sakit dapat memiliki kesempatan untuk sembuh, hidup lebih lama, dan kembali berkumpul bersama keluarganya.

BACA JUGA:TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine, Nilai Peredaran Capai Rp 4,55 T

Berita Terkait