Imigrasi Jaktim Terus Berbenah, Pungki Soroti Pemberitaan Tanpa Konfirmasi

Imigrasi Jaktim Terus Berbenah, Pungki Soroti Pemberitaan Tanpa Konfirmasi

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur, Pungki Handoyo, memberikan tanggapan terkait pemberitaan salah satu media mingguan Ibu Kota yang memuat dugaan adanya praktik pungutan liar atau pungli di lingkungan Imigrasi Jakarta Timur.-Weradio.co.id-Ayub Mauliate Sihombing

JAKARTA, Weradio.co.id - Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur, Pungki Handoyo, memberikan tanggapan terkait pemberitaan salah satu media mingguan Ibu Kota yang memuat dugaan adanya praktik pungutan liar atau pungli di lingkungan Imigrasi Jakarta Timur.

Pungki mengaku sangat menyayangkan pemberitaan tersebut apabila informasi yang disampaikan tidak terlebih dahulu dikonfirmasikan kepada pihak Imigrasi Jakarta Timur.

Menurut Pungki, apabila terdapat informasi atau dugaan temuan yang berkaitan dengan pelayanan di lingkungan Imigrasi Jakarta Timur, pihaknya siap memberikan klarifikasi dan penjelasan berdasarkan data yang dimiliki.

“Kami tentu sangat menyayangkan apabila ada pemberitaan mengenai dugaan pungutan liar, tetapi pihak kami tidak terlebih dahulu dimintai klarifikasi atau konfirmasi,” kata Pungki.

BACA JUGA:Imigrasi Jaktim Buka Layanan Pasporia di CFD Sudirman, Tersedia 70 Kuota

Dia menegaskan, Imigrasi Jakarta Timur tidak menutup diri terhadap kritik dari masyarakat maupun insan pers.

Bahkan, kritik dan pengawasan media dinilai dapat menjadi bahan evaluasi bagi institusi.

Namun demikian, Pungki berharap setiap informasi yang berkaitan dengan institusinya dapat dikonfirmasikan terlebih dahulu kepada pihak terkait sehingga pemberitaan yang disampaikan kepada publik dapat menggambarkan persoalan secara utuh.

“Kalau memang ada informasi atau temuan, silakan konfirmasi kepada kami. Kami siap memberikan penjelasan sesuai fakta dan data yang ada,” ujarnya.

BACA JUGA:Imigrasi Jakarta Perkuat Deteksi Dini Tindak Pidana Perdagangan Orang

Pentingnya Tabayun dan Keberimbangan

Pungki juga menekankan pentingnya komunikasi antara media dan institusi pemerintah dalam proses peliputan.

Menurut dia, prinsip konfirmasi dan keberimbangan penting agar masyarakat memperoleh informasi yang lengkap serta tidak terjadi kesalahpahaman terhadap suatu persoalan.

Ia pun mengajak seluruh pihak mengedepankan semangat tabayun, yakni mencari kejelasan dan melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum sebuah informasi disimpulkan atau disampaikan kepada masyarakat.

“Kami terbuka terhadap kritik. Kami juga siap dikonfirmasi kapan pun berkaitan dengan pelayanan kami. Harapannya, semua bisa dilakukan dengan komunikasi yang baik dan mengedepankan tabayun,” tutur dia.