Kisah Dokter Brigjen TNI Jonny dengan Tiga Gelar Doktor, Cum Laude dan Summa Cum Laude
Brigadir Jenderal TNI Dr. dr. Jonny, Sp.PD-KGH, M.Kes., M.M., DCN, DABRM, FISN-Weradio.co.id-Dar Edi Yoga
Semangat itulah yang membuat perjalanan seorang dokter prajurit menjadi berbeda. Di satu sisi ia memikul tanggung jawab sebagai perwira TNI AD.
Di sisi lain, ia berhadapan setiap hari dengan pasien yang datang membawa rasa sakit, kecemasan, dan harapan.
Pengabdiannya juga tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi persoalan kesehatan sehari-hari.
Pada 2022, Brigjen TNI Jonny mengikuti Kursus Penanganan Bencana HELP (Health Emergency in Large Population) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Amerika Serikat di Hawaii, Amerika Serikat.
Kursus tersebut menjadi bagian dari pengembangan kemampuan dalam menghadapi kondisi kedaruratan kesehatan yang melibatkan populasi besar.
Bagi dokter prajurit, kemampuan tersebut memiliki arti penting karena situasi bencana dapat menuntut respons kesehatan yang cepat, terorganisasi, dan mampu menjangkau banyak orang.
Pengalaman internasional lainnya datang pada 2024 ketika dia mengikuti Medical Strategic Leadership Program di US Army Medical Center of Excellence, San Antonio, Texas, Amerika Serikat.
Pengalaman tersebut memperluas perspektifnya mengenai kepemimpinan strategis dalam pelayanan kesehatan militer.
BACA JUGA:Marsekal TNI Wahyu Anggono Dukung Kerja Sama TNI AU dan Kalbe di Sultra
Atas pengabdiannya, sejumlah tanda kehormatan telah diterima, di antaranya Satyalancana Kesetiaan XXIV Tahun, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, dan Bintang Yudha Dharma Nararya.
Tetapi bagi seorang prajurit, tanda jasa bukanlah garis akhir. Pangkat pun bukan tujuan.
Keduanya adalah pengingat bahwa semakin tinggi tanggung jawab yang dipercayakan negara, semakin besar pula kewajiban untuk memberikan manfaat.
Perjalanan Brigjen TNI Jonny memperlihatkan wajah lain dari pengabdian militer.
BACA JUGA:Romo Yos Bintoro Serahkan Buku, KSAD Dukung Pelayanan Keuskupan TNI - Polri