Bahasa Indonesia Resmi Jadi Bahasa Ke-57 di Media Resmi Vatikan

Bahasa Indonesia Resmi Jadi Bahasa Ke-57 di Media Resmi Vatikan

Dari kiri ke kanan Andrea Tornielli (Direktur Vatican News), Uskup Surabaya Mgr Tri Budi Utomo, Prefek Dikasteri Komunikasi Tahta Suci (Vatikan) Dr Paolo Ruffini dan Dubes RI Untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono.-Weradio.co.id-Vatican News

VATIKAN, Weradio.co.id - Bahasa Indonesia kini resmi menempati ruang baru di jantung komunikasi Gereja Katolik dunia. Untuk pertama kalinya, bahasa Indonesia digunakan dalam layanan Vatican News, media resmi Takhta Suci di VATIKAN.

Dengan penambahan ini, bahasa Indonesia menjadi bahasa Ke-57 yang tersedia di kanal Vatican News sebuah langkah yang membuka akses lebih luas bagi umat untuk mendengar suara Paus dalam bahasa mereka sendiri.

Kesepakatan itu diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara perwakilan Indonesia dan Dicastery for Communication, Rabu, 25 Maret 2026, di Kantor Pusat Vatican News dan Radio Vatikan.

Wartawan Radio Sonora, Sonora.id Stanislaus Jumar Sudiyana melaporkan dari Roma bahwa melalui MoU ini bukan sekadar penambahan bahasa, tetapi sebuah langkah yang membawa makna kedekatan.

BACA JUGA:Perkuat Silaturahmi, PWI Pusat Gelar Natal Bersama Wartawan Kristiani

Vatican News menegaskan, kerja sama ini memungkinkan semakin banyak umat menerima pesan Bapa Suci dalam bahasa ibu mereka.

Penandatanganan dihadiri delegasi dari Dicastery for Communication, Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono.

Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, menyebut momen ini sebagai peristiwa yang melampaui aspek administratif.

“Ini adalah perayaan persahabatan yang abadi, pengakuan identitas nasional kita, dan penguatan jembatan iman antara Indonesia dan jantung Gereja universal,” ujar dia.

BACA JUGA:Dari Natal PWI Jaya, Pesan Damai dan Integritas untuk Insan Pers

Dia menambahkan, kehadiran bahasa Indonesia menjadi kabar baik yang nyata bagi umat Katolik di Indonesia dan kawasan.

“Ini membuka jalur langsung menuju informasi Gereja universal. Umat kini dapat mendengar suara Bapa Suci dalam bahasa ibu mereka sendiri,” kata Mgr Agustinus.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Prefek Dikasteri Komunikasi, Paolo Ruffini menegaskan pentingnya bahasa sebagai sarana pelayanan.

Menurut dia, penggunaan bahasa ibu menjadi cara paling efektif untuk menjangkau umat secara lebih mendalam.

BACA JUGA:Peristiwa Bersejarah, Indonesia Tampil Perdana di Pameran 100 Gua Natal di Vatikan