Program CSR PGN Dongkrak Pendapatan Petani Karet hingga 33 Persen
PGN foto bersama usai melaksanakan serah terima sarana wisata edukatif kreatif berupa playground dan landmark wisata Danau Kemiri kepada Pemerintah Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, pada Senin (12/1/2025). -weradio.co.id-PT. PGN Tbk
MUARA ENIM, Weradio.co.id — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN sebagai Subholding Gas Pertamina melaksanakan serah terima sarana wisata edukatif kreatif berupa playground dan landmark wisata Danau Kemiri kepada Pemerintah Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, pada Senin (12/1/2025).
Fasilitas tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PGN melalui Program Inovasi Sosial Penguatan Desa Ekonomi Kreatif, Aman, dan Setara (Pendekar Dewa).
Program ini bertujuan memperkuat ketahanan lingkungan, mendorong pemerataan akses dan inklusivitas bagi kelompok rentan, serta mengembangkan nilai tambah ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Melalui Pendekar Dewa, PGN berupaya mewujudkan masyarakat Pagardewa yang berdaya, berkarya, dan inovatif.
Desa Pagardewa memiliki ketergantungan tinggi pada sektor perkebunan karet, dengan sekitar 70 persen masyarakat menggantungkan penghidupan pada komoditas tersebut. Namun, fluktuasi harga karet, keterbatasan akses air bersih, serta tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau kerap menekan produktivitas dan kestabilan pendapatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.
BACA JUGA:Koperasi Kana dan Kana Indonesia Industri Luncurkan Shaucha
Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana, mengatakan Program Pendekar Dewa dirancang dan dijalankan secara bertahap untuk memastikan dampak yang berkelanjutan. Fase pertama pada 2021-2022 difokuskan pada pembangunan fondasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat.
Fase kedua pada 2023-2024 diarahkan pada pengembangan sistem dan penguatan kemandirian, sementara fase ketiga di tahun 2025 menitikberatkan pada penguatan keberlanjutan melalui estafet pengelolaan kepada para pemangku kepentingan lokal.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek, tetapi membangun sistem yang mampu meningkatkan ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Eri, Selasa (13/1/2026).
Pendekar Dewa dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Aman, Setara, dan Ekonomi Kreatif. Pilar Aman berfokus pada peningkatan kepastian usaha dan pendapatan petani karet melalui Program Stasiun Lateks yang memangkas rantai penjualan dan menstabilkan harga, Sebakul Dewa sebagai sentra bibit unggul karet, serta SITEGAS melalui pengembangan budidaya madu dan UMKM keluarga petani.
BACA JUGA:Pascabencana di Aceh Timur, Wamen PPPA dan Artha Graha Peduli Dorong Peran Perempuan
Melalui pilar ini, pendapatan petani karet pada 2025 tercatat mencapai Rp57,6 juta per tahun atau meningkat 33,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, optimalisasi lahan replanting mencapai nilai Rp120 juta, serta sebanyak 28 anggota keluarga petani-khususnya kaum perempuan-kini memiliki sumber penghasilan mandiri, dengan total nilai penjualan UMKM mencapai Rp11,38 juta.
Sementara itu, Pilar Setara menjawab keterbatasan akses air bersih dan sanitasi yang sebelumnya mengharuskan sebagian warga berjalan hingga satu kilometer untuk mendapatkan air. PGN membangun lima fasilitas MCK bertenaga PLTS serta membentuk kelompok Pendekar Talang sebagai pengelola air. Program ini memberikan akses air bersih bagi 28 kepala keluarga sekaligus mendukung upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan.
Pusat Wisata dan Ketahanan Lingkungan