Investasi Sejak Usia Muda Percepat Kebebasan Finansial, Ayo Lawan Ancaman Inflasi
Presiden Direktur Pintu Andy Putra (kiri), Komisaris PT Aldicitra Sekuritas dan asesor profesi pasar modal B. Hari Mantoro, praktisi pasar modal global Vier Abdul Jamal (tengah), dan Direktur Utama PT Smartin Advisor System (SAS) Odang Supriatna di sela L-Weradio.co.id-Rio Winto
BACA JUGA:IIMS 2026 Targetkan Total Transaksi Lebih dari Rp 8 Triliun
Pada titik ini, dia menyatakan, investasi pada emiten berfundamental kuat terbukti mampu menghasilkan imbal hasil besar. Contohnya di saham BBCA dan BREN.
Odang Supriatna menyatakan, SAS ingin mendorong distributor agar naik level menjadi professional. Salah satunya membantu mahasiswa menghadapi masa depan keuangan yang lebih baik.
“Visi kami memberikan inspirasi pada mahasiswa yang ingin menjadi coder/programmer EA & AI Trading, influencer keuangan, day trading professional, dan smart investor,” kata dia.
Dukungan Korporasi
Di sisi lain, korporasi Indonesia terus mendukung agenda literasi keuangan, baik melalui edukasi hingga menyediakan solusi keamanan.
BACA JUGA:Bank Neo Commerce Tawarkan Investasi Deposito WOW dengan Bunga Kompetitif hingga 7,5 Persen
Sejalan dengan itu, Patrick Dannacher, president director PT ITSEC Asia Tbk menyatakan, di sektor finansial, peran perseroan bukan sekadar menyediakan produk keamanan siber, tetapi membantu membangun ekosistem investasi digital yang lebih aman dan terpercaya.
Perseroan, kata dia, bekerja sama dengan berbagai institusi keuangan, termasuk perbankan, perusahaan pembiayaan, fintech, perusahaan sekuritas, penyedia layanan pembayaran digital dan berbagai organisasi lainnya untuk melindungi sistem, data dan layanan yang digunakan oleh jutaan masyarakat Indonesia.
Bagi ITSEC Indonesia, dia menuturkan, mendukung dunia investasi berarti membantu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital. Ketika platform investasi mampu melindungi data, transaksi dan aset pengguna secara konsisten, masyarakat akan semakin percaya untuk berinvestasi secara digital.
“Pada akhirnya, keamanan siber tidak hanya melindungi sistem, tetapi juga menjaga kepercayaan investor dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” kata dia.
BACA JUGA:Kuartal III 2025 Gemilang, Laba Bersih BNC Tembus Rp 464 Miliar
Dalam mendukung kebutuhan tersebut, dia menyatakan, ITSEC Asia menyediakan sejumlah layanan, seperti Security Operations Center (SOC) 24/7, Managed Detection and Response (MDR), penetration testing, vulnerability assessment, cloud security, application security, digital forensics dan incident response, threat intelligence, Virtual Chief Information Security Officer (vCISO), governance, risk and compliance (GRC) serta berbagai layanan konsultasi keamanan siber.
“Kami juga terus mengembangkan solusi berbasis AI seperti Bronyx.ai, platform autonomous penetration testing yang membantu organisasi menemukan dan memprioritaskan kerentanan dengan lebih cepat sehingga potensi risiko dapat ditangani sebelum dimanfaatkan oleh pelaku serangan.
Pada bagian lain, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) proaktif dalam rangka memperkuat literasi keuangan masyarakat Tanah Air.