Investasi Sejak Usia Muda Percepat Kebebasan Finansial, Ayo Lawan Ancaman Inflasi
Presiden Direktur Pintu Andy Putra (kiri), Komisaris PT Aldicitra Sekuritas dan asesor profesi pasar modal B. Hari Mantoro, praktisi pasar modal global Vier Abdul Jamal (tengah), dan Direktur Utama PT Smartin Advisor System (SAS) Odang Supriatna di sela L-Weradio.co.id-Rio Winto
JAKARTA, Weradio.co.id – Berinvestasi, entah di saham, kripto, hingga komoditas harus dilakukan sejak muda. Sebab, ada banyak manfaat yang bisa dipetik dari strategi ini, mulai dari percepatan pencapaian kebebasan finansial hingga melawan ancaman inflasi yang menggerus pendapatan.
Di saham, investor bisa mendapatkan investasi yang menggiurkan. Sebagai contoh, harga IPO saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tahun 2000 mencapai Rp 1.400. Nilai investasi 10 lot saham BBCA kala itu mencapai Rp 1,4 juta.
Berkaca pada harga sekarang dengan memperhitungkan stock split tahun 2001 dan 2021, capital gain saham BBCA sangat besar, mencapai 3.989%.
Contoh lainnya, capital gain saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sejak IPO tahun 2023 hingga sekarang mencapai 296% alias 98% per tahun.
BACA JUGA:Uang Terancam Amblas Tergerus Inflasi? Ini Bocoran Strategi Lipat Gandakan Aset di Era Digital
Return dua saham itu sudah jauh melampaui rata-rata inflasi 10 tahun sebesar 2,8% per tahun, bahkan saat mencapai puncaknya pada 2022 sebesar 4,21%.
Investasi aset kripto juga menggiurkan. Sebagai ilustrasi, harga Bitcoin pada 2010 hanya Rp 73 dan sekarang sudah menyentuh Rp 1,1 miliar per koin.
Return investasi komoditas, seperti XAUUSD, juga tak kalah besar asalkan paham risiko.
Sudah menjadi khitah transaksi futures memberikan cuan besar yang sebanding dengan risiko.
Sejalan dengan itu, literasi keuangan di kalangan generasi muda, terutama mahasiswa harus digencarkan. Sebab, faktanya, literasi keuangan generasi penerus ini masih rendah.
Akibatnya, banyak generasi muda yang bukannya berinvestasi, tapi malah terjerat judi online (judol).
Sejak dini, generasi muda harus belajar investasi. Dengan begini, mereka bisa terhindar dari jeratan judol dan mulai mengenal, bahkan mencoba investasi di berbagai instrumen legal.
Demikian benang merah diskusi Literasi Keuangan Mahasiswa bertajuk Menangkap Peluang investasi Saham, Kripto, dan Komoditas yang digelar Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Nagekeo (Himapen) di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
BACA JUGA:Waspada Badai Rebalancing MSCI, Jumat, 29 Mei 2026, Saham-Saham Ini Justru Jadi Rebutan?