Sinergi Smartin dan Uhamka Bangun Budaya Investasi Generasi Muda
PT Smartin Advisor Sistem (SAS) dan Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) berkolaborasi menggulirkan literasi keuangan dan investasi mahasiswa dengan tujuan membangun budaya investasi di generasi muda.-Weradio.co.id-Rio Winto
Maklum, sebanyak 40% responden mengaku berencana untuk berinvestasi.
Tetapi, hasil survey memerlihatkan, mayoritas mahasiswa alias 45% belum memiliki instrumen investasi.
Sebanyak 15% sudah punya investasi dan 40% berencana untuk berinvestasi. Mereka yang sudah berinvestasi di saham maupun di futures dan aset digital mayoritas memanfaatkan teknologi untuk mitigasi risiko (50%).
Mereka yang tidak melakukan trading atau investasi digital dipicu oleh beberapa faktor, yakni 60% karena belum tahu peluang yang ada, belum ada modal 35%, dan menilai trading tidak halal 5%.
BACA JUGA:Prajogo Pangestu Resmi Caplok Saham Pemasok Bahan Bakar Bandara Singapura
Terpenting, mayoritas mahasiswa mengaku bahwa perlu ada klub investasi, yakni 75%, sedangkan hanya 5% yang merasa tidak perlu klub tersebut. Sisanya, 20% mengaku tidak tahu.
"Kami menggelar literasi investasi bagi intelektual muda agar dapat membantu mereka lebih prudent dalam berinvestasi. Selain itu, kami membangun budaya berinvestasi lewat kehadiran Uhamka-Smartin Investment Club yang beranggotakan para mahasiswa," ujar Philip Chan, chief business officer (CBO) Dupoin Group International dalam acara itu.
Philip juga meresmikan kehadiran Smartin Investment Club di Uhamka. Sesuai rencana, Dupoin dan Smartin akan membentuk klub investasi serupa di sejumlah universitas.
Philip menyatakan, literasi keuangan dan investasi sangat penting di era saat ini. Oleh sebab itu, Dupoin mendukung inisiatif Smartin menggelar literasi sekaligus mendirikan klub investasi di Uhamka.
BACA JUGA:Siap Caplok Raksasa Energi Filipina, Prajogo Pangestu Ajukan Tawaran Fantastis Rp 80 Triliun
Fasilitas ini bisa dimanfaatkan para mahasiswa untuk belajar dan praktik investasi yang bakal bermanfaat kala memasuki dunia kerja.
Klub investasi ini, kata dia, diharapkan bisa melahirkan talenta-talenta baru di sektor keuangan.
Mereka bisa diserap oleh perusahaan pialang berjangka resmi seperti Dupoin, lalu industri asuransi, perbankan, hingga Bittime.
“Kita beri kesempatan mahasiswa untuk mempraktikkan pengetahuan di klub investasi sebelum mereka terjun ke dunia kerja. Jadi, saya mengimbau mahasiswa terus belajar investasi dan dijadikan kebiasaan,” ujar dia.
BACA JUGA:Perdagangan Bilateral Indonesia - Rumania Melonjak 240 Persen, Tembus US$ 571,6 Juta