Bhayangkara Presisi Selangkah Lagi Pertahankan Gelar, Ladeni Tantangan Lavani Livin di Grand Final Proliga

Bhayangkara Presisi Selangkah Lagi Pertahankan Gelar, Ladeni Tantangan Lavani Livin di Grand Final Proliga

Jakarta Bhayangkara Presisi akan berusaha mempertahankan gelar saat meladeni tantangan Jakarta Lavani Livin Transmedi pada pertandingan grand final di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pekan depan. --Dok PBVSI

BACA JUGA:Debut di ICE BSD, DRT SHOW Indonesia 2026 Membangun Dekade Emas Industri Kelautan Indonesia

​Di game kedua, Pelatih Nur Widayanto, menginstruksikan Dawuda dan kawan-kawan untuk bermain lebih berani. Strategi ini berhasil membuat Bhayangkara Presisi yang banyak menurunkan pemain pelapis kewalahan. Kejar-kejaran angka terjadi hingga memasuki poin kritis.

​Garuda Jaya sempat tertinggal 23-24, namun aksi heroik para pemain muda mereka berhasil memaksakan kedudukan imbang 24-24. Ketegangan memuncak saat terjadi dua kali deuce. Namun, kematangan eksekusi dari Bhayangkara Presisi akhirnya menyudahi perlawanan Garuda Jaya dengan skor tipis 27-25.

​Game ketiga sepenuhnya milik Bhayangkara Presisi yang cepat 5-0 di awal permainan. Garuda Jaya sempat mencoba bangkit dan memperkecil ketertinggalan menjadi 4-8, bahkan sempat menempel di angka 12-14 pada pertengahan game.

​Merespons tekanan berat dari lawan, Nur Widayanto mengambil time out saat posisi tertinggal 13-16 guna membakar semangat Dawuda dan kawan-kawan.

BACA JUGA:Fisip Uhamka dan Praktisi Komunikasi Bahas Strategi Komunikasi Krisis Global di Uhamka

Akan tetapi, Bhayangkara Presisi tetap disiplin menjaga jarak skor di angka 21-17. Konsistensi permainan di penghujung laga memastikan kemenangan Bhayangkara Presisi di game ketiga dengan skor 25-19, sekaligus mengunci tiket grand final.

Pelatih Reidel Toiran mengatakan, meski skor pertandingan menunjukkan timnya menang telak, perjuangan Bardia Saadat dan kawan-kawan bukan tanpa hambatan. "Garuda Jaya memberikan tekanan hebat, terutama di game kedua. Namun, kematangan mental kami berbicara," katanya.

"Saya puas karena tim bermain sesuai instruksi. Meski sempat ditekan hebat di game kedua, anak-anak tetap tenang dan mampu membalikkan keadaan," tambahnya.

Sedangkan Nur Widiyanto menyebutkan bahwa kondisi fisik anak asuhnya sebenarnya sedang prima. Namun, mereka "runtuh" karena komunikasi di lapangan.

BACA JUGA:Pemerintah Longgarkan Pajak Barang Haji, Ini Ketentuannya

"Kami sering tertinggal poin karena koordinasi yang belum padu. Ini pelajaran berharga bagi pemain muda kami," ungkap Nur Widayanto.

Meski gagal ke grand final, semangat Garuda Jaya belum padam.  Bintang muda mereka, Dawuda Alahimassalam, menegaskan timnya akan langsung mengalihkan fokus untuk memperebutkan posisi ketiga.

"Kami akan habis-habisan (fight) melawan Surabaya Samator. Kami ingin menutup musim ini dengan kepala tegak," tandas Dawuda.

Cuaca Yogya bersahabat

Berita Terkait