Antonio Ruediger Ungkap Alasan tidak Selebrasi saat Real Madrid Lakukan Remontada Epik untuk Taklukkan AS Roma
Bek Jerman milik Real Madrid, Antonio Ruediger, tidak melakukan selebrasi untuk menghormati mantan klub ya AS Roma. Gol Ruediger memastikan Madrid menang 4-3 dari semula tertinggal 1-3 dari Roma.--X Real Madrid
Sedangkan Mourinho mengatakan ada "dua pertandingan dalam satu laga", di mana Roma tampil sangat baik dan unggul lebih dulu lewat intensitas tinggi serta man-marking yang menyulitkan. Setelah unggul 3-1, Roma merasa di atas angin, namun fisik para pemain asuhan Gasperinil terkuras habis di menit-menit akhir sehingga Madrid bisa mencetak tiga gol penentu dalam tujuh menit terakhir.
"Setelah unggul 3-1, Roma mengira pertandingan sudah berakhir, tetapi sebenarnya para pemain Roma-lah yang sudah kehabisan tenaga," kata pelatih asal Portugal tersebut.
Menurut Mourinho, buruknya performa Madrid di babak pertama merupakan tanggung jawabnya, sementara untuk penampilan apik di babak kedua, dia memberikan apresiasi atas kerja keras Mbappé dan kawan-kawan.
"Saya selalu mengedepankan meritokrasi, namun sepak bola adalah permainan berdurasi 90 menit yang, di level tertinggi, sangat bergantung pada strategi. Lawan juga ikut memainkan peran; lawan hari ini sangat kuat dan merupakan tim yang tangguh," tuturnya.
BACA JUGA:Dilema Sepeda Motor di Indonesia, Bertahan Hidup atau Mempertaruhkan Keselamatan?
Mourinho mengakui dia tahu bahwa para pemain Roma tidak bisa bermain konsisten dalam tempo tinggi selama 90 menit. Di sisi lain, dia melakukan beberapa perubahan yang memang diperlukan oleh timnya.
"Namun, harus diakui di babak pertama, Roma mendominasi kami dan mengejutkan kami lewat posisi (Matias) Soulé yang terbuka lebar, sementara Marc Cucurella tidak bisa naik untuk menekan Wesley (Franca), sehingga kami terus-menerus menghadapi situasi dua lawan satu," katanya.
Perjuangan belum selesai
"Di babak kedua, kami menata ulang permainan, dan saat situasi sudah stabil, kami justru kebobolan gol yang seharusnya bisa dihindari. Lalu gol ketiga terjadi; seandainya mereka mencetak empat atau lima gol, orang pasti akan menganggap saya gila. Kami menang 4-3, padahal orang bilang saya gagal total di babak pertama dengan susunan pemain yang saya turunkan. Itulah sepak bola," ucap Mourinho.
Dia menambahkan, "Perjuangan belum selesai, tetapi kami sudah mengantongi enam poin. Ini penting bagi kami. Masih ada enam pertandingan lagi, dan kami sudah memiliki enam poin. Kami sudah menghadapi dua tim papan atas Italia. Hasil yang sangat bagus bagi kami."