Didukung Teknologi Digital, Anak Indonesia Berpotensi Jadi Sutradara, Begini Pendapat Praktisi Media
Lebih dari tiga dekade berkarya di industri penyiaran televisi nasional, praktisi media sekaligus pemerhati program anak Maria Elizabeth yang biasa dipanggil Liza Maria kini mendedikasikan pengalaman dan kompetensinya untuk mengembangkan kreativitas anak -Weradio.co.id-Liza Maria
BACA JUGA:Reuni Setelah 23 Tahun! Kate Winslet Resmi Gabung Film Lord of the Rings Terbaru Andy Serkis
Menurutnya, Indonesia memiliki jutaan anak berbakat yang tersebar hingga pelosok daerah dan mereka membutuhkan kesempatan yang sama untuk berkembang.
"Indonesia bukan hanya Jakarta atau kota-kota besar. Kita harus melihat anak-anak di kota kecil, daerah pinggiran, hingga Indonesia Timur. Mereka juga memiliki mimpi dan potensi yang luar biasa," ujar Liza.
"Yang mereka butuhkan adalah kesempatan, pendampingan, dan ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka," tambah Liza.
Liza menilai proses menemukan talenta kreatif tidak berbeda dengan mencari atlet berprestasi. Dibutuhkan pembinaan yang berkesinambungan agar lahir generasi yang mampu menjadi sutradara, produser, animator, kreator digital, hingga inovator di berbagai bidang pekerjaan.
Wadah Strategis
Menurutnya, keberadaan SEAVFC menjadi salah satu wadah strategis untuk mengasah kemampuan tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak Indonesia menunjukkan karya terbaiknya di tingkat regional ASEAN.
Dengan pengalaman sebagai Assistant Board of Indonesia dan tiga kali menjadi dewan juri, Liza berharap semakin banyak talenta muda Indonesia yang lahir melalui ajang Festifal Video Anak ASEAN tersebut.
"Kalau kita serius membina mereka sejak sekarang, saya yakin akan lahir lebih banyak anak Indonesia yang bukan hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional.
Mereka nantinya bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui kreativitas yang mereka miliki," pungkasnya.