Kedubes Iran Sebut Serangan AS dan Israel Bunuh Lebih dari 200 Anak

Kedubes Iran Sebut Serangan AS dan Israel Bunuh Lebih dari  200 Anak

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pernyataan keras terkait eskalasi konflik yang melibatkan negaranya dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2026-Weradio.co.id-Kedutaan Besar Iran

Kritik Amerika Serikat dan Israel

Boroujerdi secara terbuka mengkritik Amerika Serikat dan Israel. Ia menuding kedua pihak tidak konsisten dalam pendekatan terhadap hak asasi manusia, terutama dengan membandingkan situasi di Iran dan konflik di Gaza.

BACA JUGA:Torehkan Sejarah, Kejari Jaktim Kantongi PIN Emas ATR/BPN

Dalam konteks sejarah hubungan kedua negara, Boroujerdi menyinggung peristiwa kudeta tahun 1953 terhadap Perdana Menteri Iran saat itu, Mohammad Mosaddegh yang dalam berbagai catatan sejarah melibatkan dukungan intelijen Amerika Serikat dan Inggris. 

Boroujerdi juga menyinggung Revolusi Iran 1979 yang menggulingkan pemerintahan Syah. Boroujerdi turut mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan Amerika Serikat. 

Menurut dia, serangan terjadi di tengah upaya perundingan yang dimediasi Oman dan disebut telah mencapai indikasi kesepahaman awal.

“Kami telah menjalani beberapa putaran negosiasi dan menunggu putaran berikutnya, tetapi di tengah proses itu justru terjadi serangan,” ujarnya.

BACA JUGA:DPR RI Belum Terima Keterangan Resmi Pengunduran Diri Dirut TVRI

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Iran menegaskan bahwa fasilitas nuklir Iran berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Ia juga menyebut adanya fatwa dari otoritas keagamaan Iran yang menyatakan produksi dan penggunaan senjata pemusnah massal, termasuk senjata nuklir, sebagai haram.

Namun demikian, hingga kini program nuklir Iran tetap menjadi perhatian komunitas internasional dan menjadi bagian dari perundingan yang kompleks antara Teheran dan negara-negara Barat.

Seruan untuk Media 

Boroujerdi meminta media, khususnya di Indonesia, untuk melakukan verifikasi terhadap informasi yang bersumber dari media internasional yang dinilai berafiliasi dengan kepentingan tertentu. Ia menegaskan tidak meminta dukungan politik, melainkan pemberitaan yang adil dan profesional.

Boroujerdi juga mengapresiasi dukungan masyarakat Indonesia, termasuk organisasi masyarakat dan tokoh agama, yang disebutnya telah menyampaikan solidaritas kepada Iran.

BACA JUGA:Tim Saber Artha Graha Peduli Pastikan Area Harmoni Imlek Nusantara 2026 Bersih, Nyaman dan Tertib

Lebih lanjut, ia menyerukan negara-negara Islam untuk mengecam tindakan yang disebutnya sebagai serangan ilegal, menggunakan forum Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan PBB untuk memberikan dukungan diplomatik dan mengampanyekan penolakan terhadap perang.