Cakung Barat Memprihatinkan, Tumpukan Sampah Jadi Sorotan

Cakung Barat Memprihatinkan, Tumpukan Sampah Jadi Sorotan

Kelurahan Cakung Barat bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur telah menggelar sosialisasi pemilahan sampah kepada pengurus RW, LMK, dan PKK, Senin, 20 April 2026.-Weradio.co.id-Ayub Mauliate Sihombing

JAKARTA, Weradio.co.id - Kondisi tumpukan sampah di wilayah Cakung Barat menjadi perhatian serius pemerintah setempat.

 

Lurah Cakung Barat, Yasir Habib Putra, menegaskan, penanganan persoalan tersebut harus dimulai dari perubahan perilaku warga, yakni dengan disiplin memilah sampah sejak dari rumah.

Pernyataan itu disampaikan saat ia berbincang dengan awak media di Cakung Barat, Jumat, 24 April 2026.

Menurut Yasir, peningkatan volume sampah yang terus terjadi tidak bisa hanya mengandalkan sistem pengangkutan, tetapi perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumbernya.

BACA JUGA:Marsekal TNI Wahyu Anggono Dukung Kerja Sama TNI AU dan Kalbe di Sultra

Yasir menjelaskan, pemilahan sampah organik dan anorganik merupakan langkah sederhana namun berdampak besar. Dengan cara ini, beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang dapat ditekan, mengingat setiap harinya lokasi tersebut menerima kiriman sampah dalam jumlah besar dari Jakarta.

Sebagai langkah nyata, Kelurahan Cakung Barat bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur telah menggelar sosialisasi pemilahan sampah kepada pengurus RW, LMK, dan PKK, Senin, 20 April 2026.

Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di lingkungan masyarakat.

Ia menambahkan, sampah yang telah dipilah memiliki nilai manfaat. Sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah di tingkat RW, sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bernilai ekonomis.

BACA JUGA:Semarak Dirgantara 2026, Kalbe dan TNI AU Gelar Aksi Sosial Layanan Pemeriksaan Mata di Kendari

“Jika sistem ini berjalan, maka volume sampah ke TPS akan berkurang signifikan. Hanya sampah residu yang akan dikirim ke TPST Bantar Gebang atau RDF Rorotan. Ini yang terus kami dorong melalui gerakan pilah sampah dari sumber dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat,” ujarnya.

Yasir juga menegaskan, langkah ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pergub Nomor 77 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Sampah di Tingkat RW, yang menitikberatkan pada peran aktif masyarakat.

Lebih lanjut, Yasir menyebut pihak kelurahan terus menggencarkan edukasi agar kebiasaan memilah sampah dapat menjadi budaya sehari-hari.

Dengan begitu, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan.