Kaum Muda Mendominasi, Investor Pasar Modal di Jawa Barat Meningkat

Kaum Muda Mendominasi, Investor Pasar Modal di Jawa Barat Meningkat

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat, Achmad Dirgantara menyebut kaum muda mendominasi investor khususnya di Jawa Barat--

JAKARTA, Weradio.co.id —Pertumbuhan investor di Jawa Barat ternyata didominasi kaum muda. Peran kalangan ini, bahkan mendorong peningkatan investasi di provinsi tersebut.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat, Achmad Dirgantara, di sela-sela acara media gathering, Kamis 22 Oktober 2026 lalu, secara usia memang didominasi 30 tahun ke bawah sekitar 54% lebih. 

"Di bawah 40 tahun malah lebih tinggi lagi sekitar 70% lebih. Jadi, memang kaum muda yang mendominasi khususnya di Jawa Barat dan di nasional juga," kata Achmad Dirgantara.

Lebih jauh dikatakannya, peningkatan investor tidak hanya terjadi secara nasional, di Jawa Barat pun belum satu tahun sudah meningkat sekitar 50%.

BACA JUGA:MSCI Konsultasi Publik soal Status Pasar Modal Indonesia, Pengamat Imbau Investor Tidak Panik

"Jadi, sekarang ada sekitar 6,2 juta investor pasar modal dan 2 juta lebih investor saham. Jadi, dengan adanya penambahan ini diharapkan juga seiring dengan penambahan literasinya," ujarnya.


investor pasar modal di Jawa Barat mningkat--

Kenapa jumlah investos tahun ini, khususnya di Jabar melesat? Dikatakan Achmad Dirgantara, pertama karena adanya digitalisasi masif, kemudian literasi yang gencar dilakukan oleh berbagai pihak di ekosistem pasar modal, baik itu dari regulator OJK, bursa dan juga dari anggota bursa, 

"Semua pihak melakukan peningkatan terhadap literasi dan khususnya juga penambahan-penambahan galeri investasi," katanya.

Menurut Achmad, tahun kemarin BEI juga akan menambah 15 galeri investasi dan tahun ini juga diharapkan ada 15 galeri investasi baru yang nanti fungsinya sebagai sarana informasi terkait pasar modal, juga menciptakan SDM di pasar modal sehingga pasar modal tingkat literasi dan inklusinya lebih tinggi lagi.

BACA JUGA:Ini Daftar 8 Saham 'Emas' yang Diprediksi Bakal Diburu Investor Musim Ini

Disinggung soal Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berencana menurunkan status pasar modal Indonesia (downgrade) ke kasta standalone market tengah, Achmad mengaku pihaknya telah mendapatkan informasi terkait rencana tersebut. 

"Nah, dari pihak bursa juga menghormati adanya pandangan atauklasifikasi yang ditentukan dan metodologi yang ditentukan MSCI," ujarnya.

Namun, kata dia, BEI juga ingin melakukan reformasi terhadap integritas di pasar modal, juga transparansi. "Dengan pertimbangan -pertimbangan itu kita juga ingin MSCI untuk melihat apakah yang sudah dilakukan ini salah satu bentuk usaha juga untuk memperbaiki reformasi tersebut."