Taklimat Prabowo dan Konsolidasi Elite TNI - Polri

Taklimat Prabowo dan Konsolidasi Elite TNI - Polri

Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (Unas), Dr. Selamat Ginting-Weradio.co.id-Dok Pribadi

BACA JUGA:Krisis Energi dan Urgensi Reformasi Transportasi Umum

Penutup

Pada akhirnya, makna taklimat Presiden tidak ditentukan oleh panjangnya pertemuan atau banyaknya jenderal, laksamana, dan marsekal yang hadir. Ukuran sebenarnya adalah apa yang terjadi setelah para perwira tinggi itu kembali ke institusinya.

Apakah TNI menjadi semakin profesional?Apakah Polri semakin kuat dalam penegakan hukum? Apakah sistem promosi semakin meritokratis? Apakah kemampuan menghadapi perang siber, drone dan perang informasi benar-benar meningkat?

Tentu yang paling penting, apakah kepercayaan publik kepada institusi keamanan semakin kuat?

Pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih penting daripada sekadar mengetahui apa yang dibicarakan selama lima jam di Istana.

BACA JUGA:Angkutan Pelajar Aman, Menjaga Keselamatan Siswa, Menghidupkan Angkutan Pedesaan Kabupaten Magelang

Taklimat Presiden kepada 800 pati TNI - Polri merupakan konsolidasi strategis. Tetapi konsolidasi yang sehat dalam demokrasi bukanlah konsolidasi kekuasaan.

Ia harus menjadi konsolidasi profesionalisme, kesiapan pertahanan-keamanan, supremasi hukum dan loyalitas kepada konstitusi.

Pada akhirnya, TNI dan Polri bukan milik pemerintah yang sedang berkuasa. Keduanya adalah institusi negara yang bekerja untuk kepentingan bangsa dan seluruh rakyat Indonesia.

(*) Penulis adalah Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (Unas)