Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah meminta pemerintah daerah untuk memperkuat mitigasi menghadapi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Jawa Timur selama musim kemarau.-Weradio.co.id-Dok Ist

JAKARTA, Weradio.co.id - Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah meminta pemerintah daerah untuk memperkuat mitigasi menghadapi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Jawa Timur selama musim kemarau.

Menurut Said, kekeringan dan karhutla tidak boleh terus diperlakukan sebagai kejadian musiman yang baru ditangani setelah masyarakat kesulitan mendapatkan air atau ketika api sudah membakar kawasan hutan.

“Kita prihatin melihat saudara-saudara kita di berbagai daerah harus menghadapi krisis air, sementara pada saat yang sama kebakaran terjadi di sejumlah kawasan pegunungan. Kejadian seperti ini berulang hampir setiap musim kemarau. Karena itu yang harus diperkuat adalah mitigasinya. Jangan menunggu sumur mengering atau hutan terbakar baru semua bergerak,” kata Said, dalam keterangan resmi yang dibaca Weradio.co.id, Sabtu, 24 Oktober 2026.

“Kalau setiap tahun desa yang mengalami kekeringan relatif sama, persoalannya sebenarnya sudah bisa dipetakan. Tangki air sangat dibutuhkan dalam keadaan darurat, tetapi tugas kita adalah memastikan pada tahun-tahun mendatang masyarakat di desa tersebut tidak terus menunggu tangki datang,” tegas Said.

BACA JUGA:MSCI Masukkan BEI ke Kategori Standalone, Ketua Banggar DPR Minta Otoritas Tetap Kritis

“Karhutla dan kekeringan saling berhubungan. Hutan adalah penyangga kehidupan dan daerah tangkapan air. Kalau hulunya rusak, masyarakat di hilir akhirnya menerima dampaknya. Karena itu menjaga lingkungan harus ditempatkan sebagai bagian dari perlindungan terhadap masyarakat,” ujarnya.

Said mengingatkan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar kader menjadi Pandu Ibu Pertiwi.

“Pesan Ibu Megawati jelas, kader PDI Perjuangan harus menjadi Pandu Ibu Pertiwi. Artinya ketika alam terluka, kader tidak boleh hanya melihat. Harus hadir, bekerja dan ikut memulihkannya,” ujarnya.

Kader PDIP Bergerak dari Bojonegoro hingga Arjuno

Said mengatakan, selama beberapa bulan terakhir struktur dan kader PDI Perjuangan telah bergerak di berbagai wilayah Jawa Timur membantu masyarakat menghadapi kekeringan maupun karhutla.

BACA JUGA:Leonardo DiCaprio Soroti Kebakaran Hutan di Kalimantan dan Sumatra, Kondisi Orangutan Memprihatinkan

Di Bojonegoro, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Abidin Fikri bersama jaringan partai telah menyalurkan sekitar 262 ribu liter air bersih ke 52 titik terdampak kekeringan.

Di Gresik, DPC PDI Perjuangan menyalurkan sekitar 20 ribu liter air bersih kepada masyarakat Randuboto, Sidayu. Distribusi air juga dilakukan di Nganjuk, Tuban, Trenggalek, Tulungagung, Sampang, Banyuwangi, Bangkalan, Bondowoso, Lamongan dan sejumlah daerah lainnya.

Di Lamongan, unsur partai bersama kader di legislatif dan eksekutif bergerak menyalurkan air secara serentak ke enam desa di lima kecamatan.

Sementara di sejumlah daerah, laporan kesulitan air diterima dari struktur Ranting dan PAC sebelum diteruskan menjadi aksi bantuan.